STORYTELLING dalam Memulai PRESENTASI, TRAINING atau COACHING
Pola pembukaan storytelling yang efektif terbukti sangat bermanfaat. Riset terbaru menunjukkan pembukaan presentasi yang kuat bisa dimulai dengan cerita singkat yang memikat, baru kemudian masuk ke pengenalan diri dan agenda sesi coaching.
Struktur yang terbukti bekerja: sebutkan karakter spesifik + momen + twist + insight yang relevan bagi audiens.
Contoh naskah pembukaan:
“Dua tahun lalu, seorang manajer menengah di Jakarta baru saja dipromosikan memimpin tim 12 orang. Hari pertama, ia duduk di ruang rapat, membuka laptop, dan menyadari: tidak ada satu pun anggota timnya yang saling mengenal secara lebih selain nama. Mereka sudah bekerja bersama 1 bulan, tapi belum pernah benar-benar ngobrol.
Dalam 30 menit berikutnya, manajer itu tidak langsung bicara target. Ia ajak mereka bercerita: ‘Ceritakan satu momen saat Anda merasa paling dihargai di kantor.’
Satu per satu, nada bicara berubah, ada yg masih malu, ada yg PD, ada pula yg diselingi humor. Dari kaku jadi cair. Dari ‘saya cuma karyawan’ jadi ‘saya punya suara’.
Enam bulan kemudian, tim itu jadi unit dengan engagement tertinggi di perusahaan—bukan karena targetnya naik duluan, tapi karena mereka belajar cara berkomunikasi sebelum cara mengejar angka.
Hari ini, kita akan mulai dari sana: bukan dari siapa saya, tapi dari bagaimana cerita kecil bisa mengubah cara kita memimpin.” Setelah itu, baru perkenalkan diri secara singkat: “Saya Ludwig Suparmo, coach dan praktisi storytelling bisnis…”
CTA
Pernah berhadapan tim yang ‘sudah kerja bareng tapi belum benar-benar kenal’?
Di sesi coaching pertama, saya tidak mulai dengan perkenalan diri. Saya mulai dengan cerita: bagaimana satu pertanyaan sederhana—‘Kapan terakhir kali Anda merasa dihargai di kantor?’—bisa mengubah dinamika tim dalam 30 menit.
Storytelling bukan sekadar teknik presentasi. Ia alat manajemen untuk membangun kepercayaan, mempercepat alignment, dan menggerakkan perubahan tanpa paksaan.
Ingin mempraktikkan storytelling dalam management skills Anda?
DM saya, Ludwig Suparmo, ayo kita rancang sesi coaching yang dimulai dengan cerita—bukan slide.
www.ludwigsuparmo.com
